Rotepost.com | BENU – Peluit tanda evakuasi dibunyikan. Warga bergerak meninggalkan area terdampak menuju tenda pengungsian. Di tengah arus pengungsi itu, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki berjalan bersama warga sambil menggendong seorang anak kecil menuju lokasi pengungsian, lalu masuk ke tenda darurat untuk melihat langsung simulasi penanganan korban luka.
Keterlibatan langsung ini menjadi penegasan kuat bahwa kesiapsiagaan bencana di Desa Benu bukan sekadar latihan warga, tetapi juga komitmen nyata pemerintah daerah untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Gladi lapangan kesiapsiagaan bencana banjir ini dilaksanakan di Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, pada Rabu (22/4) sebagai bagian dari upaya menguji implementasi rencana kontingensi desa yang telah disusun secara partisipatif bersama masyarakat melalui pendampingan CIS Timor.
Baca Juga: SIAP SIAGA, BPBD Kota Kupang, dan Grab Gelar Pelatihan Bagi Top Ranger
Dalam simulasi tersebut, warga bersama aparat desa, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta unsur pendamping mempraktikkan langsung tahapan tanggap darurat mulai dari pengenalan status waspada–siaga–awas, aktivasi sistem peringatan dini, penggunaan jalur evakuasi, pertolongan pertama dasar, hingga pengelolaan pengungsian. Simulasi juga memastikan keterlibatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas dalam skenario penyelamatan.
Wakil Bupati Kupang menyampaikan apresiasi khusus kepada masyarakat yang menjadi aktor utama dalam kesiapsiagaan bencana di wilayahnya. “Apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama masyarakat yang paling berperan. Ini hasil nyata yang akan sangat membantu di kemudian hari jika terjadi situasi bencana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kecamatan Takari memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir karena kedekatannya dengan aliran Sungai Noelmina yang hampir setiap tahun meluap pada musim penghujan.
“Memang masyarakat adalah pionir utama yang harus paham bilamana terjadi situasi bencana. Kalau bencana tahunan biasanya masyarakat sudah tahu harus berbuat apa, hanya mungkin belum terorganisir dengan lebih baik. Dengan adanya kegiatan seperti ini ada hasil nyata yang sangat membantu,” tambahnya.
Menurutnya, simulasi yang dilakukan masyarakat Desa Benu bahkan dapat menjadi contoh penting bagi penguatan sistem kesiapsiagaan di tingkat kabupaten.
“Yang paling menarik dari simulasi hari ini adalah sangat detail—dari wilayah dataran rendah sampai dataran tinggi sudah dipetakan. Bahkan ada peta ancaman dan peta risiko. Kabupaten Kupang juga harus punya seperti ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa latihan seperti ini menjadi bekal penting ketika bencana benar-benar terjadi.
“Simulasi bukan kejadian sebenarnya sehingga kita masih santai dan tertawa. Tetapi kalau terjadi bencana sesungguhnya, ingat baik-baik apa yang sudah dilaksanakan hari ini. Yang terpenting adalah tidak panik dan ingat bahwa kita tidak sendiri. Kita selalu bersama-sama menghadapi bencana,” tegasnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Australia melalui perwakilan DFAT yang hadir dalam kegiatan tersebut. Assistant Program Manager DFAT, Yiyik Putri, menyampaikan kesan positif atas kesiapan masyarakat dalam mengikuti simulasi.
“Saya mewakili Pemerintah Australia sangat mengapresiasi keseriusan dan antusiasme bapa mama sekalian. Gladi atau simulasi ini sangat penting karena bertujuan menguji kesiapan sistem, meningkatkan kapasitas masyarakat dan aparat desa serta memperkuat koordinasi antar pihak,” ujarnya.
Ia berharap melalui latihan seperti ini desa semakin siap menghadapi potensi bencana di masa depan.
“Kita berharap ke depan desa memiliki sistem kesiapsiagaan yang lebih tangguh, inklusif, dan responsif dalam menghadapi bencana, terutama banjir yang menjadi risiko utama di Desa Benu.”
Hadir dan terlibat dalam simulasi ini antara lain Area Manager SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae beserta staff, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang Nofliyanto Amtiran, S.STp beserta jajaran, Camat Takari, Christyanto Djaradjoera, S.STp beserta jajarannya, Kapolsek Takari, Ipda Calvin N. Manafe, S. Tr. K., M.H. beserta jajarannya, Kepala Puskesmas Takari Debby Hamid Koso S. Tr, Keb.Bdn beserta jajaranya, Babinsa Desa Benu, Serka Ayub Amtiran, Kepala Desa Tuapanaf, Kepala Desa Noelmina, dan sekretaris Kelurahan Takari. Hadir juga tokoh agama yaitu Ketua Majelis Jemaat GMIT Bijaesahan Pdt. Johana Zacharias S. Th.(*)
