Proyek Tambak Garam Industri K-SIGN Berdampak Terhadap Sawah Petani di Rote Timur

ROTEPOST.com | MATASIO – Proyek pembangunan tambak garam industri yang saat ini tengah dilaksanakan di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) diketahui telah menyebabkan 6 hektar lahan tanaman padi dalam satu areal kompleks persawahan menjadi puso atau mati total akibat intrusi air laut.

Hal ini diketahui dari unggahan video amatir dari akun Facebook warganet bernama Junus Mandala Natalis Mandala pada Rabu (24/9/2026) siang. Unggahan video amatir pada group Facebook Anak Rote Anti Korupsi (ARAK) ini mendapat beragam tanggapan dari warganet lainnya.

Salah satunya dari warganet atas nama Randi Malelak, yang mengklaim mewakili 22 petani yang bekerja dalam kompleks persawahan Olidale, Dusun Folodale, Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur.

Baca Juga: Wapres Dorong Percepatan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Rendi Malelak meminta kepada Feky Machiel Boelan, anggota DPRD Rote Ndao dari Fraksi Hanura agar segera memfasilitasi para petani pemilik lahan untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan pihak terkait lainnya. “Selamat siang Bapak Feky M. Boelan, Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao. Saya Randi, mewakili 22 petani di Persawahan Olidale, Dusun Folodale, Desa Matasio, Rote Timur. Mohon Bapak berkenan tangani kasus darurat: 6 hektar sawah kami mati total. Rakyat sudah dirugikan modal dan terancam gagal panen total.” ungkap Randi Malelak.

Ia juga meminta agar Komisi A DPRD Rote Ndao untuk melakukan sidak lapangan ke Olidale bersama Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu Randi Malelak juga meminta dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pemilik sumber air garam (tambak), sekaligus meminta pemerintah daerah membayar ganti rugi. “Kami siap kawal dan hadir. Terima kasih banyak, Bapak. Hormat kami, Petani Matasio, Sodamolek,” terang Randi Malelak.

Namun hingga berita ini diturunkan, Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao, Feky Machiel Boelan belum merespon dan menanggapi permintaan perwakilan 22 petani yang sawahnya puso akibat adanya intrusi air laut ke dalam kompleks persawahan mereka.

Untuk diketahui, proyek pembuatan tambak garam industri dilaksanakan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Landuleko dan Kecamatan Pantai Baru’. Proyek  ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikenal dengan sebutan K-SIGN. Ada pun proyek yang memakan lahan pertanian serta hutan seluas 11.000 hektar ini diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan bekerjasama dengan investor swasta.(*)

Berita lainnya:

Penuhi Undangan Putin, Presiden Prabowo Bertolak ke Vladivostok

Sebelum Rote Menangis Darah

Tinggalkan Balasan