Rotepost.com | KUPANG – Beberapa jam lagi, Siklon Narelle akan turun menjadi tropical low dengan kecepatan angin maksimal 65 km/jam. Tahap tersebut merupakan tahap terendah dalam fase Siklon Narelle. Namun setelah itu, sistem ini akan menguat kembali saat mencapai Samudra Hindia.
Walaupun Siklon Narelle mencapai fase terendahnya, tetapi saat itulah dampak puncaknya untuk wilayah Indonesia, khususnya NTT dan Maluku. Hal ini disebabkan oleh posisi sistem yang relatif dekat dengan wilayah Indonesia, sehingga pengaruh angin masih cukup kuat. Kedua provinsi ini akan merasakan dampak angin kencang, gelombang tinggi, hujan secara tiba-tiba.
Berikut perkiraan kecepatan angin per wilayah:
- Kupang: sekitar 21 km/jam
- Kepulauan Tanimbar, Maluku: sekitar 45 km/jam
- Ambon: sekitar 20 km/jam
- Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan: sekitar 30 km/jam
- Tual: sekitar 20 km/jam
Selain angin, kondisi perairan juga ikut terdampak. Seluruh wilayah laut di Indonesia bagian tengah hingga timur, mulai dari Laut Flores, Laut Sawu, Laut Timor, Laut Banda, hingga Laut Arafura, berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga sekitar 2 meter, terutama di perairan terbuka.
Masyarakat di wilayah pesisir dan yang beraktivitas di laut mohon untuk lebih berhati-hati, karena angin bisa datang tiba-tiba dan kondisi gelombang bisa berubah dengan cepat.(*)
