Esri Pono: Kegiatan Bakti Sosial Merupakan Wujud Mimpi Bersama

Rotepost.com | OEBOU – Kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang diselenggarakan Yayasan Fatuofak untuk masyarakat pesisir Rote Ndao merupakan perwujudan dari mimpi bersama untuk melayani masyarakat pesisir Pulau Rote khususnya wilayah barat. Demikian disampaikan Esri Pono S.Th., Ketua GMIT Klasis Rote Barat Daya.

“Kami punya mimpi, jangan hanya berdoa, tapi juga melakukan sesuatu yang nyata. Awalnya kami berencana menghubungi Puskesmas Batutua, namun belum terlaksana. Lalu kami bangun komunikasi dengan Bapa Mus Frans, pimpinan Yayasan Fatuofak yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menyambut baik gagasan kami, dan bersiap membawa tim dokter ke sini,” cerita Esri Pono S.Th., saat ditemui Rotepost.com, di sela-sela kegiatan Bakti Sosial Peduli Kesehatan Masyarakat Pesisir, Senin 18 Mei 2026.

Baca Juga: Ratusan Warga Oebau Mendapatkan Layanan Kesehatan dari Yayasan Fatuofak

Esri Pono mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermula dari keinginan sederhana namun tulus dari dua jemaat di wilayah Thie Selatan Timur, yakni jemaat Foembura dan jemaat Kalvari Neluhae.

“Selama ini, pelayanan gereja hanya sebatas ibadah dan kunjungan ke jemaat yang sakit, namun di awal tahun ini, muncul gagasan untuk berbuat lebih nyata bagi para lansia yang jumlahnya cukup banyak namun sulit menjangkau fasilitas kesehatan.” terang Esri Pono S.Th., yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis GMIT Iktus Danoheo.

Esri Pono menceritakan awalnya, rencana ini hanya diperuntukkan bagi dua jemaat tersebut. Namun, mengingat tanggung jawabnya sebagai Ketua Majelis Klasis, Esri berpandangan manfaat ini sebaiknya dibagikan lebih luas lagi. Wilayah Thie Selatan Timur sendiri baru saja berdiri sendiri dan belum memiliki pendeta tetap sehingga pelayanan menjadi tanggung jawabnya.

Ia pun memperluas jangkauan ke wilayah Oebou, Lelesur, Kota Laen, Horolae, Oehe, hingga Oeseli. “Data yang masuk menunjukkan antusiasme tinggi; dari Oeseli tercatat 22 orang, dari Kota Laen 74 orang, dan lainnya datang berbondong-bondong menggunakan kendaraan angkutan bak terbuka agar bisa ikut diperiksa.” terang Ersi Pono.

Keberhasilan kegiatan bakti sosial kesehatan ini menjadi modal besar bagi rencana ke depan. Esri bertekad agar program ini tidak berhenti di sini.

Wilayah seperti Landu Thie tercatat memiliki lebih dari 60 lansia dan aksesnya jauh lebih sulit. Rencananya, setelah tim dokter kembali dari Kupang dan menyiapkan jadwal baru, rombongan medis ini akan berangkat langsung ke Landu Thie agar para lansia tidak perlu bersusah payah datang ke lokasi yang jauh.

“Harapan kami, ke depannya layanan ini tidak hanya bagi yang jauh dari fasilitas kesehatan, tapi untuk seluruh 35 jemaat yang ada di bawah naungan Klasis Rote Barat Daya,” papar Esri Pono.

Sementara itu, Erasmus Frans Mandato, atau yang akrab disapa Mus Frans selaku Ketua Yayasan Fatuofak, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat pesisir.

“Fokus utamanya adalah upaya pencegahan atau tindakan preventif terhadap penyakit tidak menular yang umum diderita orang tua, sekaligus memberikan pengobatan dan edukasi kesehatan”, imbuh Mus Frans saat ditemui kediamannya di Nemberala.

Menurut Mus Frans ada anomali perilaku di masyarakat, yang mana pemeriksaan kesehatan baru dilakukan ketika mengalami sakit atau adanya keluhan, namun lebih penting membangun kesadaran bagi upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit khusus lansia lewat pengecekan kesehatan secara menyeluruh.

Menurutnya, kerja sama dengan tim dokter yang peduli kesehatan sangat penting, karena selain pemeriksaan, penyuluhan dan pembentukan pola hidup sehat juga menjadi bagian utama misi yayasan. “Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekitar”, pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan bakti sosial kesehatan bertema “Peduli Kesehatan Masyarakat Pesisir” pada Senin, 18 Juni 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 18.30 Wita. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil melayani sekitar 220 warga dari berbagai wilayah di sekitarnya.

Ada pun kegiatan bakti sosial kesehatan ini didukung penuh Yayasan Fatuofak yang bekerja sama dengan Apotik Bahari Farma – Oesapa, Apotik Florapharm, Gerakan Masyarakat Pesisir (GEMAP), dan gereja GMIT Iktus Danoheo.(003)

 

Berita lainnya:

Ratusan Warga Oebau Mendapatkan Layanan Kesehatan dari Yayasan Fatuofak

Presiden Serah Terimakan Alutsista Kepada TNI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *